Tampilkan postingan dengan label pakan domba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pakan domba. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2018

Mencari Harta Terbaik Dari Implementasi Kebun Energi Bagian 5

“Dia-lah, Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu. ” (QS 16:10)

“Makanlah dan gembalakanlah binatang-binatangmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu, terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang berakal.”(QS 20:54) 
Ada korelasi sangat positif antara pupuk organik kotoran ternak dengan produktivitas tanaman. Ketika peternakan terintegrasi dengan pertanian dan kehutanan, maka akan terjadi siklus tertutup berupa pemenuhan pupuk dan produktivitas tanaman. Dan begitu juga sebaliknya. Apabila pupuk khususnya pupuk organik tidak bisa dipenuhi, maka akibatnya pupuk anorganik yakni pupuk kimia yang akan menggantikan. Padahal dengan membuat siklus tertutup tersebut, maka akan mengeliminasi kebutuhan pupuk anorganik atau pupuk kimia tersebut. Selain menambah biaya, pemakaian pupuk kimia juga merusak atau meracuni tanah-tanah pertanian. Mata rantai atau integrasi peternakan dengan kehutanan, maupun dengan pertanian saat ini umumnya telah rusak dan terputus sehingga konsekuensinya ketergantungan pada pupuk kimia menjadi tinggi. Agroforestry dan peternakan khususnya penggembalaan domba itulah yang seharusnya dikembangkan, sehingga usaha tersebut akan optimal, ramah lingkungan dan berkelanjutan (sustainable). 
Pada implementasi di kebun energi secara teknis domba-domba tersebut bisa langsung digembalakan pada kebun tersebut tetapi dengan memperhatikan usia pohon-pohon kebun energi sehingga prakteknya dibuat secara rotasi. Ketika pohon-pohon kebun energi telah cukup besar, maka domba-domba tersebut bisa dilepas dan digembalakkan di area tersebut, tetapi ketika pohon-pohon kebun energi masih kecil, maka domba tidak bisa digembalakkan di area tersebut, karena akan merusak pertumbuhan pohon-pohon tersebut. Teknik yang kedua adalah dengan membuat koloni domba diantara atau ditengah-tengah kebun energi tersebut. Pada area koloni domba tersebut selain tersedia kandang untuk dombanya juga tersedia area penggembalaan. Penggembalaan juga dibuat rotasi sesuai ketersediaan rumput atau pakan domba tersebut. Porsi rumput dari penggembalaan bisa dibuat rasio 50:50 dengan pakan hijauan, limbah kebun energi. Semua peternak juga tahu, khususnya peternak domba, bahwa pakan itulah bisa dikatakan komponen biaya utama usaha peternakan tersebut. Sehingga apabila pakan bisa dibuat semurah mungkin, maka otomatis margin keuntungan juga besar. Bayangkan jika pakan domba saja harus import dan mahal, padahal lahan untuk menggembala atau menumbuhkan rumput sangat luas, tentu ini suatu kebodohan. Kualitas pakan hijauan berupa rumput-rumputan dan dedaunan adalah pakan terbaik. Kandungan protein dari daun-daun leguminoceae pada kebun energi juga tinggi, sehingga menghasilkan pakan berkualitas tinggi dan konversi ke daging domba juga akan tinggi. 
Penggembalaan Rotasi (Rotational Grazing)
Rumput bisa tumbuh hampir dimana saja di Indonesia, karena beriklim tropis dan tanahnya subur. Kita tidak perlu susah-susah menanam rumput-rumput tersebut, bahkan pada banyak kasus membersihkan rumput malah menjadi masalah tersendiri. Di negara-negara yang kering seperti Mesir untuk mendapatkan rumput, maka petani perlu menanam dan merawatnya. Seharusnya kita bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat-nikmat tersebut. Pada kebun energi dan peternakan domba skala besar, faktor irigasi atau pengairan adalah hal sangat penting. Allah SWT menciptakan yang hidup dari air. Rumput-rumput juga akan mengeringkannya dan mati ketika tidak ada air, begitu pula pohon-pohon kebun energi-walaupun jenis pohon tersebut sangat efisien dalam penggunaan air. 
Kitab Al Filaha, Kitab Pertanian Fenomenal Zaman Kekhalifahan Umayyah di Andalusia
Yang Menjadi Rujukan Eropa Selama Berabad-Abad.
Sistem irigasi yang baik harus dibangun pada area tersebut dan  itu bukan pekerjaan yang sulit. Pada kekhalifanan Bani Umayyah di Andalusia saluran-saluran air telah dibangun bahkan dari sumber yang jauh dan bergunung-gunung, untuk mencukupi kebutuhan air kota tersebut, termasuk pertanian dan peternakan mereka. Curah hujan di Andalusia (Spanyol hari ini) juga rendah. 640 mm/tahun, sedangkan Indonesia rata-rata 2700 mm/tahun tetapi pertanian dan peternakan sangat maju, bahkan menjadi rujukan Eropa berabad-abad setelahnya. Peradaban Islam di Andalusia tersebut tidak hanya keindahan bangunan masjidnya, istananya, tata ruang perkotaan, sains, tetapi juga ekonomi dan kemakmurannya yakni pemenuhan pangannya dari pertanian dan peternakan mereka. Sejarah senantiasa berulang, dan kita bisa mengupayakannya dengan mengkaji peradaban Islam tersebut dan mengetahui faktor-faktor apa saja yang mendukungnya. Sedangkan di era kontemporer, kita bisa melihat Belanda dengan jaringan irigasinya telah mampu mendongkrak bioeconominya, baik sektor pangan, energi dan material. Bioeconomi berbasis pada hewan dan tumbuhan sebagai obyeknya, yang Allah SWT menciptakan dari air,: “…Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman ?” (QS 21: 30),  sehingga memenuhi kebutuhan air akan mengoptimalkan pertumbuhannya. Tidak ada kehidupan tanpa air. Bioeconomi di Eropa mentargetkan bisa menggerakkan perekonomian sebesar € 2 trilyun (sekitar 34.000 trilyun rupiah atau sekitar 17 kali APBN Indonesia) dengan menyerap 20 juta tenaga kerja.
Kapal Pengangkut Domba Dengan Kapasitas Hingga 40.000 ekor domba/shipment

Lalu bagaimana pasar daging dombanya ? Saat ini pasar terbesar domba adalah Arab Saudi, dengan estimasi 8 juta ekor/tahun atau seperempatnya (2 juta ekor) pada musim haji. Sementara untuk pasar dalam negeri permintaannya belum besar, kecuali saat Idhul Adha. Bagaimana meningkatkan konsumsi daging domba tersebut ? Untuk mengakselerasi peningkatan daging domba, lembaga-lembaga kemanusiaan bisa bekerjasama dengan peternakan domba tersebut. Inovasi bisa dibuat dengan cara daging-daging domba tersebut dimasak lalu dikalengkan sehingga tahun lama. Produk makanan siap saji yang dikalengkan sebelumnya juga sudah beredar dipasaran seperti gudeg Jogja, mangut lele, rendang, sayur lombok ijo dan sebagainya, sehingga juga sangat memungkinkan untuk olahan daging domba seperti tongseng, gule bahkan sate. Saat ini jika lembaga-lembaga kemanusiaan menyumbangkan bahan makanan ke saudara-saudara kita korban-korban daerah konflik seperti Palestina, Suriah, Afganistan dan Rohingnya, maka daging kalengan domba seharusnya menjadi bagian dari paket tersebut. Jangan malah memprioritaskan mie instan, yang bahan bakunya saja sudah import dan juga importirnya sangat sedikit (monopoli/oligopoli). Selain itu daging domba kalengan siap saji tersebut juga dipasarkan di outlet-outlet dalam negeri sehingga minat konsumsi daging domba terus meningkat khususnya kalangan muslim yang mayoritas di negeri ini. 
Selain produktivitas agroforestry yang meningkat dan berkualitas, sektor industri lain yang diuntungkan dengan berkembangnya peternakan domba tersebut adalah industri kulit dan industri tekstil. Domba-domba yang disembelih di Indonesia, maka kulit dan bulunya akan menjadi bahan baku industri kulit dan industri tekstil. Jacket, dompet, tas dan gantungan kunci adalah beberapa produk dari industri kulit berbasis kulit domba. Selanjutnya benang wool yang selama ini sebagian besar import maka bisa dikurangi bahkan dieliminasi dengan massifnya peternakan domba dan kebun energi tersebut. Alangkah indahnya bila sunnah Nabi penggembalaan domba bisa diimplementasikan, apalagi perkebunan lain seperti perkebunan kelapa sawit 12 juta hektar; kelapa 3,7 juta hektar; karet 3,4 juta hektar dan sebagainya yang sangat potensial untuk usaha peternakan domba tersebut. Ketika iman takwa semakin terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari sehingga suku bunga bank bisa  dihilangkan atau 0%, maka harta menjadi berkah, gairah untuk berbisnis dan daya saing semakin besar dan konsep-konsep inovatif untuk kebaikan bisa segera direalisasikan. Dan ketika perekonomian dikuasai dan digerakkan oleh orang -orang sholeh maka kebaikan akan tersebar luas diberbagai penjuru dunia. InsyaAllah. 

Rabu, 16 Agustus 2017

Mencari Harta Terbaik Dari Implementasi Kebun Energi

Dari  Abu  Said  Al-Khudri  berkata  :  Rasulullah  SAW  bersabda  :  “Waktunya  akan  datang  bahwa  harta  muslim  yang  terbaik adalah  domba  yang  digembala  di  puncak  gunung  dan  tempat  jatuhnya  hujan.  Dengan  membawa  agamanya dia  lari  dari  beberapa  fitnah(kemungkaran  atau  pertikaian  sesama  muslim)”.  (H.R. Bukhari)

Dari  Abu  Hurairah  R.A.  dari  Rasulullah  SAW,  beliau  bersabda  :  “Diantara  penghidupan  (pekerjaan)  manusia  yang  terbaik, adalah  seorang  laki-laki  yang  memegang  kendali  kudanya  di  jalan Allah.  Dia  terbang  diatasnya  (dia  menaikinya  dengan  jalan  yang cepat). Setiap  mendengar  panggilan  perang  dia  terbang diatasnya dengan  bersemangat  untuk  mencari  kematian  dengan jalan  terbunuh  (dalam  keadaan  syahid)  atau  menyongsong kematian  ditempat  datangnya.  Atau  seorang  laki-laki  yang menggembala  domba  di  puncak  gunung dari  atas  gunung  ini atau  lembah  dari  beberapa  lembah.  Dia  mendirikan  sholat, memberikan  zakat  dan  menyembah  kepada  Tuhannya  hingga kematian  datang  kepadanya.  Dia  tidak  mengganggu  kepada manusia, dan hanya berbuat baik kepada mereka.” (H.R. Muslim).
Kedua hadist shahih diatas menjelaskan keutamaan domba sebagai harta terbaik dan menggembala domba sebagai penghidupan atau pekerjaan terbaik setelah berjihad.  Harta terbaik berupa domba serta penggembalaannya sangat mungkin dilakukan dengan implementasi kebun energi.  Tanah-tanah yang semula tandus dan tidak produktif juga bisa diperbaiki dengan tanaman kebun energi jenis leguminocea tersebut. Untuk lebih detail tentang kebun energi bisa dibaca disini. Puluhan juta hektar tanah yang tidak atau belum dimanfaatkan secara optimal perlu segera diolah dan dioptimalkan.  Hal ini karena ada banyak agenda mendesak saat ini yang harus segera diatasi, seperti ketercukupan pangan, perbaikan gizi, perbaikan kesehatan dan mutu kehidupan, menciptakan generasi kuat dan berkualitas, perbaikan pendidikan, perbaikan ekonomi, perbaikan lingkungan dan sebagainya sehingga tercipta peradaban gemilang yang mencahayai dunia.
Ketika kita merancang dan membuat kebun energi skala besar untuk produksi wood pellet, daun-daun tersebut bisa digunakan untuk pakan domba-domba tersebut.  Dengan rasio 6 pohon/ekor/hari, maka dengan 10.000 pohon/hektar dan apabila setiap hari panen seluas 10 hektar berarti bisa memberi pakan 17.000 ekor domba.  Maka harta terbaik dari domba tersebut juga memberi penghasilan tambahan yang besar.  Selain itu domba-domba juga bisa digembalakan  di areal perkebunan tersebut tetapi dengan memperhatikan umur pohon-pohon energi tersebut supaya juga bisa tetap tumbuh optimal tidak malah tunas-tunasnya habis dimakan domba, seperti pada skenario 5F For the World! Walaupun bisa digunakan sebagai pakan tunggal untuk domba, tetapi pemakaian daun gamal dengan rerumputan untuk pakan domba tersebut akan memberikan hasil optimal. Daging domba adalah daging terbaik dan merupakan the world healthiest food, yakni daging domba yang diberi makan daun-daunan dan rumput atau digembala di rerumputan. Domba yang diberi makan daun-daunan dan rerumputan akan menghasilkan rasio Omega 6 terhadap Omega 3 (O6/O3 ratio) berkisar 1 atau seimbang. Rasio Omega 6 terhadap Omega 3 menyatakan tingkat kualitas makanan ditinjau dari kesehatan, dengan kisaran 1 pada kondisi terbaiknya atau seimbang sedangkan apabila rasio O6/O3 semakin besar berarti semakin rendah kualitas makanan tersebut. Sedangkan apabila ternak besar seperti domba tersebut diberi makan biji-bijian seperti berbasis kedelai maka O6/O3 ratio menjadi besar yakni 13 atau lebih. Tingginya O6/O3 ratio akan memacu timbulnya penyakit jantung, kanker dan kardiovaskular lainnya.
Daun-daun pohon-pohon leguminoceae di kebun energi tersebut juga memiliki kandungan protein yang tinggi, sebagai contoh daun gamal (gliricidae) memiliki kandungan protein sekitar 25%.  Selain itu daun gamal juga memiliki kandungan tanin rendah. Senyawa tanin secara umum akan menurunkan daya cerna protein bagi pencernaan rumen.  Konversi daun gamal dengan kandungan protein ‘sangat’  tinggi ke daging domba juga besar.  Sehingga domba yang diberi pakan daun gamal akan memiliki berat badan jauh lebih besar daripada domba yang tidak diberikan daun gamal. Tingginya nilai nutrisi daun gamal (gliricidae sepium) dan pengaruh positif terhadap produksi ternak ruminansia khususnya domba menempatkannya sebagai pakan ternak yang ideal.
Selain dorongan dari kedua hadist shahih diatas dan juga masih rendahnya konsumsi daging di dalam negeri dan juga tingginya permintaan domba untuk export ke Arab Saudi yang mencapai 8 juta ekor/tahun dengan 2 juta saat musim haji, serta berlimpahnya daun gamal dari kebun energi apabila telah berproduksi, telah menjadi sejumlah daya dorong yang kuat untuk mendapatkan harta terbaik dengan membuat peternakan domba.

Rusaknya tanah-tanah pertanian dan juga hutan-hutan yang jumlahnya sangat banyak bahkan menurut FAO diperkirakan secara global telah mencapai sepertiganya.  Sebagian bahkan telah memasuki fase penggurunan (desertifikasi). Hal tersebut tentu mengkhawatirkan untuk ketercukupan pangan manusia dan potensi bencana alam lainnya. Allah SWT berfirman dalam QS  Ya-sin (36):33  ;  QS  Al An'am (6):99. Dan lagi-lagi tanaman leguminoceae inilah yang dimaksudkan dalam ayat tersebut. Akar tanaman leguminoceae yang mampu mengikat nitrogen (nitrogen fixing trees) dari atmosfer yang berfungsi sebagai tanaman perintis, pohon-pohon tersebut mengantarkan lahan yang semula  mati/gersang  sampai  layak  untuk  ditumbuhi karena menyuburkan tanah-tanah tersebut. Lalu dengan air hujan yang turun dari awan-awan dan sinar matahari, biomasa kayu-kayuan terbentuk dan daun-daunnya sebagai pakan ternak bergizi, adalah bagaimana energi dan pangan yang terbentuk berasal dari 'awang-awang'.Begitu pentingnya masalah pangan dan energi terbarukan sehingga manusia secara global perlu merumuskan dan membuat target untuk bisa cukup dan terpenuhi seperti dalam paket Sustainable Development Goals (SDGs). Daun-daun tersebut juga tinggi kandungan protein yang sangat dibutuhkan bagi domba tersebut. Kotoran-kotoran domba yang kaya akan phosporus (P) dan potassium/kalium (K), dengan penggembalaan di tanah-tanah tersebut akan semakin menyuburkan tanah-tanah yang rusak tersebut, karena unsur nitrogen (N), phospour (P), dan kalium (K) atau NPK adalah unsur esential kesuburan tanah. Sungguh maha besar kekuasaan Allah yang telah memberikan 'resep' /petunjuk untuk memakmurkan bumi-Nya bahkan dari kondisi matinya (QS  Ya-sin (36):33). Hal tersebut semakin menambah keimanan dan ketakwaan kepada-Nya seperti firman Allah SWT :
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal (ulil albab). Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi – (kemudian berkata) ‘Ya Tuhan kami, tiadalah engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”. (QS 3:190-191)

OPT Briquette dan EFB Briquette untuk Konsumsi Boiler Biomasa Industri Kapasitas Menengah

Semakin berkembangnya bisnis utilitas yakni khuususnya penyeadiaan steam/kukus dan listrik untuk industri berbasis energi terbarukan khususn...