Saat ini kami ada permintaan OPT Pellet untuk pasar export dengan kapasitas 1.000 ton/bulan. Bagi para pengusaha sawit atau sektor energi yang berminat menindaklanjuti peluang tersebut, bisa menulis email ke eko.sbs@gmail.com
Tampilkan postingan dengan label pengolahan limbah biomasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengolahan limbah biomasa. Tampilkan semua postingan
Minggu, 17 Desember 2017
Menangkap Peluang Besar OPT Pellet Bagian 2
Jumat, 16 Juni 2017
Wood Lump Charcoal dan Sawdust Charcoal Briquette Untuk Pasar Export
Wood lump charcoal dan sawdust charcoal briquette adalah dua jenis produk arang dari kayu. Wood lump charcoal berasal dari potongan-potongan kayu, sedangkan sawdust charcoal briquette berasal dari serbuk gergaji yang dibriketkan. Sawdust charcoal briquette lebih diminati oleh pasar export dibanding lump charcoal karena sejumlah keunggulannya, yakni lebih padat yakni dua kali kepadatan kayu sehingga waktu nyala atau pembakarannya lebih lama dan juga menghemat biaya transportasi, ukuran dan bentuk seragam sehingga lebih mudah dalam penggunaan dan pengemasannya. Sawdust charcoal briquette biasanya berbentuk segi enam (hexagonal) dan segi delapan (octagonal) dengan lubang ditengahnya untuk memudahkan pembakaran. Sedangkan lump charcoal memiliki bentuk tidak beraturan seperti bahan bakunya. Negara-negara Timur Tengah dan terutama Arab Saudi adalah negara-negara yang menggunakan sawdust charcoal briquette tersebut dalam jumlah besar yakni terutama untuk memanggang domba-domba sebagai masakan favorite disana. Dan Turki adalah negara di Eropa yang juga menggunakan sawdust charcoal briquette dalam jumlah besar untuk memanggang berbagai masakan daging mereka.
Pada perkembangannya kebutuhan pasar semakin besar akan produk sawdust charcoal briquette sehingga dibutuhkan pasokan dari produsen yang juga semakin besar. Bahan baku dari serbuk gergaji juga semakin terbatas sehingga dibutuhkan bahan baku dari aneka macam limbah kayu-kayuan lainnya. Limbah kayu-kayuan dari sektor kehutanan atau berbagai industri pengolahan kayu yang selama ini banyak yang belum dimanfaatkan bisa digunakan untuk bahan baku untuk produksi sawdust charcoal briquette tersebut. Ukuran limbah kayu-kayuan yang berukuran besar juga perlu dikecilkan (size reduction) menjadi seukuran serbuk gergaji untuk bisa diproses menjadi sawdust charcoal briquette.
Minggu, 20 November 2016
Produksi Arang Aktif Dari Tempurung Kelapa dan Cangkang Sawit
Perbesaran luas permukaan akibat semakin banyaknya pori-pori
mikro sehingga memiliki kemampuan penjerapan / adsorbsi yang besar adalah
tujuan utama produksi arang aktif. Karakteristik pori-pori itupun bervariasi
tergantung dari aplikasi atau penggunaan arang aktif tersebut sebagai contoh
pori-pori arang aktif yang digunakan pada zat cair, akan berbeda yang digunakan
pada zat gas. Karakteristik pori-pori tersebut bisa dirancang dan dibuat
sewaktu proses produksinya. Pada dasarnya pembuatan arang aktif akan melibatkan
suhu tinggi dan bahan pembantu pengaktivasi yang bisa berupa uap air (steam), CO2 atau bahan kimia, tergantung karakteristik arang aktif atau lebih spesifik pada
pori-pori arang aktif tersebut yang secara umum dihitung luas permukaan
(surface area) arang aktif tersebut. Selain itu kekerasan (hardness) arang
aktif juga merupakan faktor kualitas penting lainnya dari arang aktif tersebut.
Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan sebelumnya tentang produksi arang dari tempurung kelapa dan cangkang sawit secara kontinyu. Alhamdulillah bisa
terlaksana penulisannya.
Produksi arang aktif membutuhkan bahan baku arang sebagai
bahan bakunya. Arang tersebut bisa diproduksi secara tradisional maupun modern.
Kualitas arang akan berpengaruh pada kualitas produk akhir arang aktif.
Produksi arang modern secara kontinyu akan bisa membuat seluruh proses produksi
arang aktif menjadi efisien apabila keduanya diintegrasikan menjadi satu. Pada
proses pembuatan arang yang biasanya perlu didinginkan terlebih dahulu supaya
menjadi arang, maka hal tersebut tidak perlu dilakukan apabila produksi arang
secara kontinyu. Hasil dari karbonisasi atau pengarangan langsung masuk ke unit
aktivasi dengan hanya sedikit menaikkan suhunya, yakni kalau pada karbonisasi
berkisar 600 C dan pada aktivasi berkisar 900 C. Apabila menggunakan bahan baku
arang dari proses tradisional, maka butuh energi yang jauh lebih besar untuk
mencapai suhu aktivasi sekitar 900 C tersebut.
Setelah keluar dari proses aktivasi maka arang aktif
tersebut didinginkan dengan melepas sejumlah panas yang cukup besar. Panas yang
dilepas dalam jumlah yang cukup besar tersebut dapat digunakan untuk
pengeringan tempurung kelapa atau cangkang sawit, sehingga secara khusus proses
karbonisasi /pengarangan menjadi lebih efisien demikian juga secara keseluruhan
dengan aktivasinya. Bahan pembantu untuk aktivasi dimasukkan dalam proses
aktivasi tersebut yang diatur kondisi operasinya baik suhu, tekanan maupun
waktu tinggal (residence time) untuk mendapatkan kualitas dan kuantitas arang
aktif yang dikehendaki. Dalam kondisi aktivasi tersebut arang diibaratkan
seperti bahan yang dilubangi oleh bahan aktivasi tersebut pada panas tinggi.
Ada banyak varian arang aktif yang bisa dirancang secara spesifik sesuai
kegunaannya, sehingga kondisi operasi dan bahan-bahan pembantu aktivasi juga
ada variasi.
Penggunaan arang aktif terutama pada industri pangan (food) termasuk minuman dan obat-obatan, pemurnian logam mulia (favor) dan industri migas (fuel). Begitu luas dan besarnya penggunaan arang aktif ini sehingga merupakan peluang besar juga bagi Indonesia yang memiliki bahan baku terbaik yang juga kuantitasnya terbesar di dunia yakni tempurung kelapa dan cangkang sawit. Akankah ini juga akan kita sia-siakan? Semestinya tidak. InsyaAllah.
Langganan:
Postingan (Atom)
Ujicoba Boiler Biomasa dan Pemilihan Bahan Bakar Biomasa yang Sesuai
Seiring dengan trend dekarbonisasi dan sustainibility diberbagai sektor kehidupan, khususnya di industri-industri pengolahan (industri manuf...
-
Sejak pakan ternak menjadi komoditas perdagangan atau produk komersial dimulai pada awal 1800an ketika alat transportasi dan penggerak alat-...
-
EFB (empty fruit bunch) atau tandan kosong kelapa sawit banyak dihasilkan oleh pabrik-pabrik sawit dan bahkan cenderung menjadi limbah yan...
-
Pembuatan proyeksi pasar akan sangat dibutuhkan bagi semua pihak yang terlibat dalam bisnis wood pellet khususnya para produsen wood pelle...












