Tampilkan postingan dengan label alas tidur hewan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alas tidur hewan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Januari 2026

Pengolahan Limbah Batang Sawit untuk Produksi OPT Dust Block

Pada dasarnya ada banyak opsi untuk pengolahan limbah batang kelapa sawit dari program peremajaan sawit (replanting). Industri pengolahan kapasitas kecil menengah hingga besar bisa dibuat tergantung dari seberapa besar kebutuhan pasar dan kapasitas bahan baku. Teknologi sederhana hingga teknologi canggih juga bisa diaplikasikan pada industri tersebut. Salah satu opsi  pengolahan limbah batang sawit tersebut adalah dengan produksi OPT dust block. OPT dust block adalah kelompok produk biomaterial dengan penggunaan khususnya sebagai alas tidur hewan (animal bedding). Hewan ternak seperti sapi dan kuda membutuhkan animal bedding tersebut dan khususnya pada musim dingin.  

 

Mengapa animal bedding untuk sapi dan kuda cocok dengan OPT dust block tersebut ? Karakteristik material dari batang sawit yang memiliki kemampuan menyerap air cepat menjadi faktor penting. Produksi OPT dust block sebagai teknologi pemadatan (biomass densification) juga tidak sulit, sama seperti pembuatan cocopeat block. Dibandingkan dengan cocopeat block yang juga superior dalam penyerapan air tetapi karena harganya jauh lebih mahal, maka OPT dust block lebih menjadi pilihan. Selain itu cocopeat block pada umumnya telah digunakan sebagai media tanam.

Volume atau kapasitas produksi OPT dust block juga tidak akan setinggi untuk kebutuhan energi atau bahan bakar, misalkan apabila limbah batang sawit diolah menjadi pellet (OPT pellet) dan untuk bahan bakar pembangkit listrik, lebih detail baca disini. Tetapi sebagai solusi pemanfaatan limbah batang sawit sehingga tidak dibiarkan saja sehingga mencemari lahan, tentu produksi OPT dust block bisa sebagai solusi jitu. Ceruk pasar di sektor peternakan dengan aplikasi animal bedding  juga bisa terus meningkat seiring perkembangan sektor peternakan tersebut. Dan sebagai bisnis yang bisa memberi keuntungan finansial  dan juga sebagai solusi masalah lingkungan, tentu ini sangat menarik dan perlu dipertimbangkan.  

Selasa, 24 Agustus 2021

Densified Biomass (Biomass Pellet & Biomass Block) untuk Animal Bedding

Berbeda dengan wood pellet yang digunakan untuk bahan bakar sehingga kualitas atau karakteristiknya ditinjau dari sisi pembakaran seperti nilai kalor, kadar abu hingga kimia abu, wood pellet yang digunakan untuk animal bedding memiliki persyaratan kualitas yang berbeda. Pada wood pellet untuk bahan bakar faktor performa dan efisiensi pembangkit listrik menjadi tolok ukurnya, sedangkan pada wood pellet pada animal bedding faktor kesehatan hewan ternak menjadi tolok ukurnya. Penggunaan animal bedding terutama pada daerah-daerah subtropis atau daerah dengan empat musim dan kebutuhannya semakin meningkat pada musim dingin. Penggunaan wood pellet untuk animal bedding memang tidak sepopuler wood pellet untuk bahan bakar sehingga juga penggunaannya juga tidak sebanyak penggunaan untuk bahan bakar. Untuk animal bedding kualitas wood pellet yang dipersyaratkan adalah kemampuan menyerap air, tidak terlalu keras (kepadatan rendah), tidak mengandung bahan berbahaya dan tekstur yang lembut. Tidak hanya wood pellet yang biasa digunakan sebagai animal bedding tersebut tetapi juga biomass block. 

Dengan dipadatkan (densification) seperti pellet dan block tersebut maka biaya transportasi lebih murah, memudahkan penyimpanan dan penggunaannya. Dalam sejarahnya animal bedding yang mula-mula digunakan adalah jerami (straw) karena mudah didapatkan dan banyak tersedia. Kekurangan jerami seperti penyerapan air rendah sehingga urine lebih banyak mengalir keluar daripada terserap dan juga setelah tercampur urine dan kotoran ternak juga masih bisa dimakan oleh hewan ternak tersebut sehingga sering menyebabkan sakit perut mendorong inovasi untuk animal bedding tersebut. Selain itu jerami juga sering mengandung cukup banyak debu dan membutuhkan ruangan luas untuk penyimpanan. Serutan kayu (wood shaving) adalah material animal bedding selanjutnya yang lebih baik daripada jerami. 

Wood shaving dalam bentuk bal biasa diperjualbelikan untuk animal bedding ini. Debu-debu juga dipisahkan sebelum wood shaving dibuat bal, sehingga tidak menjadi masalah pernafasan pada hewan tertentu seperti kuda dan sapi perah. Kemampuan penyerapan air wood shaving juga lebih baik daripada jerami yakni berkisar 260% sampai 420% sedangkan jerami dikisaran 200% saja. Sejumlah produsen bahkan memperkaya wood shaving tersebut dengan enzyme dan bakteri untuk mengikat amonia sehingga tidak lepas ke udara. Produk ini membuat masa pakai animal bedding lebih lama dan setelah itu bisa menjadi pupuk kompos yang bagus. Tetapi karena kepadatan bal dari wood shaving tersebut cukup rendah yakni kurang dari 200 kg/m3 sehingga kurang ekonomis untuk transportasi dan penggunaan jarak jauh. Hal tersebut sehingga pemadatan biomasa (biomass densification) menjadi wood pellet atau biomass pellet dan biomass block menjadi solusi masalah tersebut.

 

Sejumlah produk pemadatan biomasa di atas sudah digunakan untuk animal bedding. Di sejumlah negara empat musim seperti kuda, sapi perah dan ayam menggunakan animal bedding sehingga secara tidak langsung produk ini mendukung ketahanan pangan khususnya sumber protein hewani seperti daging dan susu. Faktor penting lainnya bahwa produk-produk animal bedding tersebut bukan berasal dari biomasa yang mengandung bahan berbahaya atau harus berasal untreated wood jika berasal dari biomasa kayu, sehingga bahan baku dari kayu yang dicat, dipelitur, didempul atau mengandung bahan kimia lainnya tidak bisa digunakan. Sedangkan untuk bahan baku di atas, albasia atau sengon adalah jenis kayu lunak, EFB (empty fruit bunch) atau tandan kosong kelapa sawit, OPT atau batang sawit biasa didapat saat replanting perkebunan sawit dan cocopeat adalah sideproduct dari industri cocofiber atau pengolahan sabut kelapa. 

Produksi Bark Briquette dari Limbah Pabrik Wood Pellets

Untuk mengurangi kadar abu dari wood pellets sehingga kualitasnya meningkat maka pengupasan kulit kayu (debarking) biasa dilakukan. Dengan p...