Tampilkan postingan dengan label kebun legum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kebun legum. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 April 2022

Beternak Domba Kambing atau Beternak Serangga ?

Menurut PBB populasi global diprediksi akan mencapai 9 milyar manusia pada 2050. Sektor pangan mencari solusi untuk defisit protein karena permintaan protein perkapita dan pertumbuhan populasi. Serangga adalah sumber protein yang dipromosikan baik pakan dan pangan. Sembilan milyar orang yang diprediksi tinggal di planet bumi tahun 2050 tersebut, butuh tambahan protein 250 juta ton per tahun atau naik 50% dibandingkan hari ini. Dan menurut FAO, jangkrik butuh pakan 6 kali lebih sedikit daripada sapi, empat kali lebih sedikit daripada domba, dan dua kali lebih sedikit dari babi dan ayam broiler untuk menghasilkan jumlah protein yang sama. Sejumlah perusahaan peternakan serangga telah bermunculan khususnya di Eropa untuk produksi protein dari serangga tersebut, bahkan telah ada organisasinya yang khusus dibentuk untuk hal tersebut yakni IPIFF (International Platform of Insects for Food and Feed). Sekitar sepertiga produksi serangga tersebut ternyata untuk pangan dan dua-pertiga untuk sumber protein pakan. Akankah kita muslim akan beternak serangga daripada domba untuk sumber protein ? Sebagai muslim, sebaiknya kita tidak perlu ikut makan jangkrik untuk mendapat asupan protein seperti yang banyak dipromosikan di barat tersebut. Jenis serangga yang diijinkan untuk dikembangbiakkan oleh komisi Eropa untuk maksud tersebut meliputi hanya 7 spesies serangga yakni 3 jenis jangkrik, 2 jenis ulat dan 2 jenis lalat. Kita pilih yang halalan thayiban yakni daging kambing dan domba.

Konsumsi daging domba kambing perkapita di Indonesia masih sangat rendah, yakni kurang dari 1 kg setiap tahunnya dan ini bisa jadi hanya saat Idul Adha atau hari raya Idul Qurban saja. Tentu saja hal ini sangat memprihatinkan sehingga konsumsinya perlu ditingkatkan. Padahal daging kambing domba ini adalah daging terbaik dan Rasulullah Muhammad SAW menyukainya. Protein adalah salah satu unsur penting bagi pangan manusia dan lebih spesifik daging domba kambing sebagai sumber protein memiliki keunggulan tersendiri, untuk lebih detail baca disini.  Dalam sebuah hadist Nabi Muhammad SAW juga memerintahkan umatnya untuk memelihara kambing domba ini karena adanya keberkahan. Domba kambing ini sangat terkait dengan praktek ibadah umat Islam yakni aqiqah dan qurban yang merupakan bagian dari syari'at Islam sampai hari kiamat, sehingga beternak domba kambing juga memiliki banyak keutamaan.

“ Peliharalah (manfaatkan) oleh kalian kambing kerana di dalamnya terdapat barakah.” [HR Ahmad] 

“Tidaklah seorang Nabi diutus melainkan ia menggembala kambing. Para sahabat bertanya, apakah engkau juga?”. Beliau menjawab, “iya, dahulu aku menggembala kambing penduduk Makkah dengan upah beberapa qirath.”[HR. Al Bukhari, no. 2262] 

Abu Hurairah r.a. berkata: “Suatu ketika dihidangkan ke hadapan Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam semangkuk bubur dan daging. Maka beliau mengambil bahagian lengan (dari daging tersebut), dan bahagian itulah yang paling disenangi oleh Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam.” (HR. Muslim) 

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah disuguhi daging. Bagian kaki (dari daging itu atau paha) diberikan kepada Beliau. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyukainya, maka beliau menggigit daging itu.” (HR. Bukhari dan Muslim) 

Dengan semakin berkembangnya kebun energi atau kebun legum maka peternakan domba kambing bisa semakin digalakkan. Masalah utama berupa ketersediaan pakan dan lebih khusus lagi sumber protein pakan menjadi mudah diatasi. Dengan demikian peternakan kapasitas besar juga sangat mungkin dikembangkan, karena juga kebutuhan daging domba-kambing ini juga sangat besar. Selain itu area perkebunan sawit Indonesia yang mencapai 15 juta hektar juga potensial untuk peternakan khususnya domba, untuk lebih detail baca disini. Dari sini bisa disimpulkan untuk antisipasi pertambahan penduduk tersebut umat Islam seharusnya bersungguh-sungguh dengan peternakan domba-kambing tersebut.

Selasa, 08 Februari 2022

Dikotomi Kebun Energi dan Kebun Legum

Ada dikotomi antara teman-teman di peternakan dan kehutanan saat ini tentang tanaman-tanaman legum tersebut. Dari peternakan melihatnya pada daun sebagai sumber protein nabati pakan dan dari kehutanan melihat pada kayu sebagai sumber kayu yang mudah dibudidayakan dengan produktivitas tinggi. Di sektor kehutanan kayu tersebut biasanya sebagai sumber energi terbarukan seperti wood chip, wood pellet, wood briquette atau briket arang. Kehutanan menanam ribuan hektar legum tersebut seperti gliricidia/gamal dengan orientasi kayu sedangkan daun dianggap produk samping atau limbah dari sisi perkebunan mereka. Dengan memanfaatkan kayu dan daun tersebut artinya keluar dari dikotomi tersebut, membuat paradigma baru dan bisa mengatasi masalah pangan dan energi atau mengoptimalkan kebun legum atau kebun energi (whole tree utilization) ribuan hektar tersebut.


Selain berfungsi sebagai kebun legum untuk pakan ternak khususnya ruminansia (domba, kambing, sapi, kerbau), maupun bahan bakar biomasa seperti di atas, kebun yang sama juga bisa sebagai bahan baku papan sintetis (synthetic fiber board), untuk lebih detail silahkan baca disini. Sementara seiring era bioekonomi yang semakin dekat, maka kebutuhan bioenergy khususnya wood pellet semakin meningkat, kebutuhan pakan ternak khususnya ruminansia yang merupakan bagian mata rantai kebutuhan pangan manusia juga semakin meningkat dan juga memang pertumbuhan penduduk bumi juga semakin meningkat, dan kebutuhan biomaterial seperti papan sintetis juga meningkat, maka pembuatan kebun energi atau kebun legum atau kebun biomasa tersebut sangat penting, strategis dan multimanfaat. Berdasarkan kondisi tersebut bukan tidak mungkin jika dalam waktu tidak lama lagi kebun tersebut akan menjadi trend nasional bahkan global.  

Senin, 18 September 2017

Ketika Keberkahan Menjadi Lebih Penting!

Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat per­umpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. 24:35)

Bagaimana jika ada ayat Al Qur'an yang menginformasikan tentang pohon yang diberkahi sehingga dengan menanamnya juga menjadi keberkahan tersendiri? Bagaimana jika pohon yang diberkahi tersebut juga telah dibuktikan atau teruji secara empiris memberi banyak manfaat bagi manusia salah satunya sisi ekonomi? Pohon tersebut adalah pohon zaitun (olive), yakni dalam Al Qur'an An-Nur :35. Dan pohon zaitun adalah satu dari sejumlah tanaman yang namanya disebut didalam Al Qur'an. Selain itu yang terpenting bagi orang beriman akan meyakini Al Qur'an sebagai firman Allah SWT yang pasti benar, Maha Benar Allah atas segala firman-Nya, sehingga adanya pembuktian atau uji empiris akan semakin menambah atau mempertebal keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Perkebunan Zaitun di Spanyol
Kitab Al Filaha, Kitab Pertanian Fenomenal Dari Kekhalifahan Umayyah  di Andalusia
yang  Menjadi Rujukan Eropa dan Dunia Selama Berabad-abad
Pohon zaitun ternyata ada dalam urutan ketiga, pepohonan yang paling banyak ditanam manusia, setelah kelapa sawit dan kelapa. Bahkan untuk kelapa sawit Indonesia menempati urutan pertama dalam luas kebun dan produksi minyaknya, sedangkan untuk kelapa Indonesia menempati peringkat kedua dari sisi produktivitas buahnya setelah Philipina. Lalu dimana kita bisa menemukan pohon zaitun? Spanyol adalah produsen terbesar minyak zaitun dengan luas kebun 2,3 juta hektar dengan produksi minyak 7 juta ton/tahun. Spanyol mulai menanam zaitun sejak kekhalifan Umayyah di Andalusia, dan menjadi pusat revolusi pertanian di abad pertengahan. Pohon tersebut juga bukan asli Spanyol tetapi berasal dari Syam, yakni perbatasan Suriah dengan Turki. Pertanian dan perkebunan Andalusia sangat maju pada revolusi pertanian abad pertengahan tersebut yang menjadi rujukan Eropa bahkan dunia saat itu. Pohon ini juga bisa berusia hingga ribuan tahun. Selain itu dari tinjauan ilmiah kualitas minyak zaitun juga lebih baik daripada minyak sawit. Rendemen minyak zaitun juga hampir sama dengan minyak sawit yakni sekitar 20%. 
Kandungan Monounsaturated pada Olive oil tertinggi diantara sejumlah minyak dan lemak.
Hal tersebut mengindikasikan oilve oil sangat baik untuk kesehatan

Pohon sawit juga bukan asli Indonesia. Pohon sawit berasal dari Afrika Barat dan  dibawa oleh penjajah Belanda. Awalnya hanya 4 bibit saja dan ditanam di kebun raya Bogor, bahkan saat ini dibuat monumen berupa tugu sawit disana. Saat ini luas perkebunan sawit di Indonesia sekitar 9 juta hektar dan terbesar di dunia. Memang umum dijumpai di dunia pertanian dan perkebunan bahwa tempat asal lokasi pohon atau tanaman tersebut tidak menjadi produsen terbesarnya, seperti contoh zaitun dan kelapa sawit.

Tugu Sawit di Kebun Raya Bogor
Perkembangan Perkebunan Kelapa Sawit di Indonesia
Apakah bisa pohon zaitun tersebut menggantikan perkebunan sawit ini? InsyaAllah bisa. Bahkan pembibitan zaitun bisa dilakukan dengan stek sehingga bisa dilakukan dengan cepat. Berbeda dengan kelapa sawit yang membutuhkan pabrik besar untuk mengekstrak minyaknya, maka pohon zaitun hanya membutuhkan sarana sederhana untuk mengekstrak minyaknya, sehingga bisa dilakukan siapa saja dan mulai kapasitas kecil, seperti skala rumah tangga. Hal tersebut seperti kelapa, yang banyak ditanam oleh masyarakat Indonesia dan untuk mendapatkan minyaknya juga mudah dan sederhana. Penanaman zaitun juga nantinya sebaiknya seperti kelapa yang dikelola masyarakat dan ditanam diseluruh pelosok negeri Indonesia. 

Minyak zaitun sama seperti minyak kelapa sawit dan minyak kelapa yang bisa dijadikan minyak makan seperti minyak goreng, tetapi juga bisa dijadikan bahan bakar baik langsung, maupun diolah dulu menjadi biodiesel. Urusan pangan tentu lebih diprioritaskaskan daripada urusan energi, untuk mengkaji lebih lanjut masalah ini bisa dibaca disini. Berdasarkan kaidah tersebut juga bisa saja nanti minyak kelapa sawit diarahkan ke bahan bakar, sedangkan minyak zaitun dan minyak kelapa diarahkan untuk minyak pangan yang di konsumsi manusia.

Tetapi mengapa kita menganggap penting zaitun ini ? pertama tentu karena keberkahannya yang disebutkan di Al-Qur’an tersebut di atas. Kedua karena keberkahan  tersebut  juga  terbukti  secara  ilmiah.  Bila  minyak  sawit  banyak diperdebatkan  dampaknya  pada  kesehatan  misalnya,   minyak  zaitun sebaliknya begitu banyak diberitakan manfaatnya, yakni bisa untuk pangan, farmasi hingga bahan bakar.

Sementara bahan bakar cair diera bioeconomy bisa didapatkan dari paparan diatas, bahan bakar padat bisa didapatkan dari kayu-kayunya. Kayu-kayu tersebut bisa secara khusus diusahakan untuk memenuhi kebutuhan yang besar yakni dengan membuat kebun energi. Al Qur'an lagi-lagi memberi petunjuk yakni QS  36:33  ;  QS  6:99. Kebun-kebun energi tersebut dari pohon kelompok leguminoceae yang selain biji-bijinya bisa dimakan, ternyata juga cepat panen, sangat mudah tumbuh, memperbaiki ekosistem dan bahkan memperbaiki serta menghidupkan tanah mati, yakni tanah tandus dan gersang. Kayu-kayu tersebut selanjutnya bisa diolah menjadi wood pellet untuk kemudahan mendistribusikan, pemakaian dan penyimpanan. Jadi dengan membuat kebun energi tersebut akan didapat keberlangsungan pasokan kayu-kayu untuk sumber energi tersebut, bukan dengan menggunduli hutan. Bagaimana merancang produksi wood pellet dari kebun energi tersebut? Silahkan dibaca disini untuk lebih jelasnya. Ketika produksi wood pellet dari kebun energi telah banyak dilakukan diberbagai tempat, maka pembangkit-pembangkit listrik biomasa kecil bisa berjalan dengan pasokan wood pellet tersebut, bahkan pembangkit listrik tersebut hanya seukuran kulkas.


Daun-daun leguminoceae yang kaya protein, selanjutnya bisa digunakan untuk pakan domba atau kambing. Kotorannya bisa dikumpulkan untuk diolah menjadi biogas dan pupuk organik. Pohon-pohon tanaman leguminoceae akan menyuburkan tanahnya dengan kemampuan akarnya mengikat nitrogen (N), maka pupuk organik dari kotoran domba yang kaya phosphor (P) dan kalium (K), akan semakin menyuburkan tanahnya sehingga mempertinggi produktivitas kayu pada kebun energi tersebut.

Lalu apa keberkahan itu? Dalam Qur'an Surat Al Qadr (97) : 1, Al Qur'an diturunkan di malam yang diberkahi yakni malam Lailatu Qodar, yang beribadah pada malam itu pahalanya sama seperti seribu bulan atau 30 hari x 1000 bulan atau sangat banyak.  Sehingga keberkahan bisa diartikan sebagai kebaikan yang sangat banyak. Lalu bagaimana mendapatkan keberkahan tersebut? Allah berfirman dalam Qur'an surat Al A'raf : 96
“Jika  sekiranya  penduduk  negeri-negeri  beriman  dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS 7:96)
 Sehingga jawabannya supaya keberkahan terus ada dan tidak hilang adalah dengan beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.

Jumat, 25 Agustus 2017

Mau Terus Melanjutkan Menanam Sawit atau Beralih ke Kebun Energi?

Banyaknya perkebunan-perkebunan sawit di Indonesia dan Malaysia yang telah memasuki masa tua sehingga sudah tidak produktif, perlu segera mendapatkan solusi. Solusi pertama dan merupakan solusi populer karena banyak dilakukan oleh perusahaan kelapa sawit adalah dengan replanting atau menanam kembali perkebunan  tersebut dengan pohon sawit baru. Solusi kedua adalah beralih menanam tanaman lainnya yang dianggap lebih menguntungkan. Kebun energi untuk produksi wood pellet adalah solusi jitu untuk itu. Mengapa perusahaan atau petani sawit mengambil solusi kedua ini? Hal ini terutama karena usaha pertanian sawit tidak memberi keuntungan yang diharapkan. Banyak perkebunan sawit tidak memberikan keuntungan yang diharapkan karena tingginya biaya perawatan termasuk pemupukan dan penanggulangan hama serta harga jual tandan buah segar dan/atau CPO yang murah. Apalagi kelapa sawit juga membutuhkan waktu 5 panen sebelum bisa dipanen buahnya. 
Mengapa kebun energi untuk produksi wood pellet bisa dikatakan sebagai solusi jitu? Hal ini karena ada beberapa alasan : pertama, perawatan kebun energi tersebut sangat mudah dan murah biayanya. Kedua, dengan menanam kebun energi tersebut juga akan mengembalikan kesuburan tanahnya. Ketiga, kebutuhan wood pellet untuk sektor energi juga terus meningkat. Keempat, daun-daun dari kebun tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk peternakan domba atau kambing. Domba ini juga akan menjadi harta terbaik bagi kita. Kelima, sebagai tanaman pendamping perkebunan sawit. Luasnya perkebunan sawit yang mencapai puluhan bahkan ratusan ribu hektar yang ditanam secara monokultur atau hanya satu jenis tanaman rentan dengan berbagai penyakit, sehingga dengan menambahkan tanaman pendamping berupa kelompok leguminoceae pada kebun energi tersebut akan mengurangi atau menghindari masalah tersebut selain juga mengoptimalkan hasil perkebunan itu sendiri. Setelah pohon-pohon sawit tua tersebut ditebang, maka batang-batang tersebut juga bisa digunakan sebagai bahan baku produksi pellet atau OPT pellet. Baru selanjutnya bisa dilanjutkan untuk menanam kembali pohon sawit baru, atau pun beralih 100% dengan kebun energi maupun kombinasi dengan sebagian tetap sebagai perkebunan sawit dan sebagiannya untuk kebun energi. 


Lalu bagaimana supaya usaha kebun energi tersebut juga menjadi usaha yang menguntungkan dan berkelanjutan? Mirip dengan perkebunan sawit sehingga produk CPO -nya bisa dijual didalam negeri maupun export, yaitu membutuhkan pabrik pengolah tandan buah dari perkebunan sawit tersebut, maka demikian juga dengan kebun energi yang membutuhkan pabrik atau unit pengolahan untuk menjadi wood pellet sebelum dipasarkan di dalam negeri atau export. Proses produksi wood pellet juga lebih sederhana dibandingkan produksi CPO dan harga pabriknya juga jauh lebih murah. Pengusaha-pengusaha menengah lebih terjangkau untuk melakukan produksi wood pellet dari kebun energi ini, misalnya mulai dari kebun energi 500 hektar, 1000 hektar dan seterusnya. Skema perancangan produksi wood pellet dari kebun energi juga bisa dibaca disini. Bagi pembaca yang ingin mendapatkan estimasi produksi wood pellet tersebut, silahkan mengirim email ke eko.sbs@gmail.com

Rabu, 16 Agustus 2017

Mencari Harta Terbaik Dari Implementasi Kebun Energi

Dari  Abu  Said  Al-Khudri  berkata  :  Rasulullah  SAW  bersabda  :  “Waktunya  akan  datang  bahwa  harta  muslim  yang  terbaik adalah  domba  yang  digembala  di  puncak  gunung  dan  tempat  jatuhnya  hujan.  Dengan  membawa  agamanya dia  lari  dari  beberapa  fitnah(kemungkaran  atau  pertikaian  sesama  muslim)”.  (H.R. Bukhari)

Dari  Abu  Hurairah  R.A.  dari  Rasulullah  SAW,  beliau  bersabda  :  “Diantara  penghidupan  (pekerjaan)  manusia  yang  terbaik, adalah  seorang  laki-laki  yang  memegang  kendali  kudanya  di  jalan Allah.  Dia  terbang  diatasnya  (dia  menaikinya  dengan  jalan  yang cepat). Setiap  mendengar  panggilan  perang  dia  terbang diatasnya dengan  bersemangat  untuk  mencari  kematian  dengan jalan  terbunuh  (dalam  keadaan  syahid)  atau  menyongsong kematian  ditempat  datangnya.  Atau  seorang  laki-laki  yang menggembala  domba  di  puncak  gunung dari  atas  gunung  ini atau  lembah  dari  beberapa  lembah.  Dia  mendirikan  sholat, memberikan  zakat  dan  menyembah  kepada  Tuhannya  hingga kematian  datang  kepadanya.  Dia  tidak  mengganggu  kepada manusia, dan hanya berbuat baik kepada mereka.” (H.R. Muslim).
Kedua hadist shahih diatas menjelaskan keutamaan domba sebagai harta terbaik dan menggembala domba sebagai penghidupan atau pekerjaan terbaik setelah berjihad.  Harta terbaik berupa domba serta penggembalaannya sangat mungkin dilakukan dengan implementasi kebun energi.  Tanah-tanah yang semula tandus dan tidak produktif juga bisa diperbaiki dengan tanaman kebun energi jenis leguminocea tersebut. Untuk lebih detail tentang kebun energi bisa dibaca disini. Puluhan juta hektar tanah yang tidak atau belum dimanfaatkan secara optimal perlu segera diolah dan dioptimalkan.  Hal ini karena ada banyak agenda mendesak saat ini yang harus segera diatasi, seperti ketercukupan pangan, perbaikan gizi, perbaikan kesehatan dan mutu kehidupan, menciptakan generasi kuat dan berkualitas, perbaikan pendidikan, perbaikan ekonomi, perbaikan lingkungan dan sebagainya sehingga tercipta peradaban gemilang yang mencahayai dunia.
Ketika kita merancang dan membuat kebun energi skala besar untuk produksi wood pellet, daun-daun tersebut bisa digunakan untuk pakan domba-domba tersebut.  Dengan rasio 6 pohon/ekor/hari, maka dengan 10.000 pohon/hektar dan apabila setiap hari panen seluas 10 hektar berarti bisa memberi pakan 17.000 ekor domba.  Maka harta terbaik dari domba tersebut juga memberi penghasilan tambahan yang besar.  Selain itu domba-domba juga bisa digembalakan  di areal perkebunan tersebut tetapi dengan memperhatikan umur pohon-pohon energi tersebut supaya juga bisa tetap tumbuh optimal tidak malah tunas-tunasnya habis dimakan domba, seperti pada skenario 5F For the World! Walaupun bisa digunakan sebagai pakan tunggal untuk domba, tetapi pemakaian daun gamal dengan rerumputan untuk pakan domba tersebut akan memberikan hasil optimal. Daging domba adalah daging terbaik dan merupakan the world healthiest food, yakni daging domba yang diberi makan daun-daunan dan rumput atau digembala di rerumputan. Domba yang diberi makan daun-daunan dan rerumputan akan menghasilkan rasio Omega 6 terhadap Omega 3 (O6/O3 ratio) berkisar 1 atau seimbang. Rasio Omega 6 terhadap Omega 3 menyatakan tingkat kualitas makanan ditinjau dari kesehatan, dengan kisaran 1 pada kondisi terbaiknya atau seimbang sedangkan apabila rasio O6/O3 semakin besar berarti semakin rendah kualitas makanan tersebut. Sedangkan apabila ternak besar seperti domba tersebut diberi makan biji-bijian seperti berbasis kedelai maka O6/O3 ratio menjadi besar yakni 13 atau lebih. Tingginya O6/O3 ratio akan memacu timbulnya penyakit jantung, kanker dan kardiovaskular lainnya.
Daun-daun pohon-pohon leguminoceae di kebun energi tersebut juga memiliki kandungan protein yang tinggi, sebagai contoh daun gamal (gliricidae) memiliki kandungan protein sekitar 25%.  Selain itu daun gamal juga memiliki kandungan tanin rendah. Senyawa tanin secara umum akan menurunkan daya cerna protein bagi pencernaan rumen.  Konversi daun gamal dengan kandungan protein ‘sangat’  tinggi ke daging domba juga besar.  Sehingga domba yang diberi pakan daun gamal akan memiliki berat badan jauh lebih besar daripada domba yang tidak diberikan daun gamal. Tingginya nilai nutrisi daun gamal (gliricidae sepium) dan pengaruh positif terhadap produksi ternak ruminansia khususnya domba menempatkannya sebagai pakan ternak yang ideal.
Selain dorongan dari kedua hadist shahih diatas dan juga masih rendahnya konsumsi daging di dalam negeri dan juga tingginya permintaan domba untuk export ke Arab Saudi yang mencapai 8 juta ekor/tahun dengan 2 juta saat musim haji, serta berlimpahnya daun gamal dari kebun energi apabila telah berproduksi, telah menjadi sejumlah daya dorong yang kuat untuk mendapatkan harta terbaik dengan membuat peternakan domba.

Rusaknya tanah-tanah pertanian dan juga hutan-hutan yang jumlahnya sangat banyak bahkan menurut FAO diperkirakan secara global telah mencapai sepertiganya.  Sebagian bahkan telah memasuki fase penggurunan (desertifikasi). Hal tersebut tentu mengkhawatirkan untuk ketercukupan pangan manusia dan potensi bencana alam lainnya. Allah SWT berfirman dalam QS  Ya-sin (36):33  ;  QS  Al An'am (6):99. Dan lagi-lagi tanaman leguminoceae inilah yang dimaksudkan dalam ayat tersebut. Akar tanaman leguminoceae yang mampu mengikat nitrogen (nitrogen fixing trees) dari atmosfer yang berfungsi sebagai tanaman perintis, pohon-pohon tersebut mengantarkan lahan yang semula  mati/gersang  sampai  layak  untuk  ditumbuhi karena menyuburkan tanah-tanah tersebut. Lalu dengan air hujan yang turun dari awan-awan dan sinar matahari, biomasa kayu-kayuan terbentuk dan daun-daunnya sebagai pakan ternak bergizi, adalah bagaimana energi dan pangan yang terbentuk berasal dari 'awang-awang'.Begitu pentingnya masalah pangan dan energi terbarukan sehingga manusia secara global perlu merumuskan dan membuat target untuk bisa cukup dan terpenuhi seperti dalam paket Sustainable Development Goals (SDGs). Daun-daun tersebut juga tinggi kandungan protein yang sangat dibutuhkan bagi domba tersebut. Kotoran-kotoran domba yang kaya akan phosporus (P) dan potassium/kalium (K), dengan penggembalaan di tanah-tanah tersebut akan semakin menyuburkan tanah-tanah yang rusak tersebut, karena unsur nitrogen (N), phospour (P), dan kalium (K) atau NPK adalah unsur esential kesuburan tanah. Sungguh maha besar kekuasaan Allah yang telah memberikan 'resep' /petunjuk untuk memakmurkan bumi-Nya bahkan dari kondisi matinya (QS  Ya-sin (36):33). Hal tersebut semakin menambah keimanan dan ketakwaan kepada-Nya seperti firman Allah SWT :
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal (ulil albab). Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi – (kemudian berkata) ‘Ya Tuhan kami, tiadalah engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”. (QS 3:190-191)

Sabtu, 12 Agustus 2017

Merancang Produksi Wood Pellet Kapasitas Besar Dari Kebun Energi

Dalam rangka mengantisipasi permintaan wood pellet global yang mencapai 50 juta ton/tahun 2024 dengan Korea dan Jepang mencapai 20 juta ton/tahun pada 2020  atau dengan nilai bisnis senilai 9 milyar dollar Amerika pada 2020 serta untuk menjadi pemain utama pada bisnis tersebut, maka merancang produksi dengan kapasitas besar dan berkelanjutan (sustainable) hanya bisa dilakukan dengan kebun energi. Skema dibawah ini menjelaskan tahapannya secara terperinci dan informatif :


Produksi Bark Briquette dari Limbah Pabrik Wood Pellets

Untuk mengurangi kadar abu dari wood pellets sehingga kualitasnya meningkat maka pengupasan kulit kayu (debarking) biasa dilakukan. Dengan p...