Tampilkan postingan dengan label rotary screen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rotary screen. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Maret 2024

Perusahaan Eksportir Cangkang Sawit dan Mengembangkan Usaha Produksi Wood Pellet

Loading cangkang sawit / pks untuk export

Trend dekarbonisasi yang terus meningkat seiring dengan kebutuhan bahan bakar biomasa yang terus meningkat membuat sejumlah perusahaan eksportir cangkang sawit / pks (palm kernel shell) berencana mengembangkan usaha ke produksi wood pellet. Eksportir cangkang sawit yang sudah mapan biasanya telah memiliki kontrak penjualan dengan pembeli di luar negeri, yang bisa jangka pendek maupun kontrak jangka panjang. Eksportir cangkang sawit ini hanya mengumpulkan cangkang sawit dari sejumlah pabrik sawit / pabrik CPO selanjutnya dibersihkan dan pengeringan sederhana untuk siap dikapalkan.  Memang ada juga sejumlah pembeli cangkang sawit di luar negeri yang tidak perlu dibersihkan dan pengeringan sehingga harganya juga lebih murah. Pembersihan cangkang sawit itu biasanya menggunakan mesin ayakan (screening) baik vibrating screen maupun rotary screen, untuk lebih detail bisa dibaca disini. Sedangkan untuk pengeringan biasanya juga hanya diangin-anginkan saja dengan sesekali dibalik tumpukan cangkang sawit tersebut dengan mesin excavator.

Cangkang sawit dan wood pellet adalah dua bahan bakar biomasa yang populer di pasar bahan bakar biomasa global. Cangkang sawit adalah kompetitor utama produk wood pellet karena memiliki sifat-sifat / properties yang hampir sama seperti calorific value, ash content, ukuran dan sebagainya tetapi cangkang sawit biasanya lebih murah karena merupakan produk samping atau limbah dari pabrik sawit dan hanya membutuhkan proses sederhana untuk bisa dieksport. Sedangkan wood pellet walaupun bahan baku bisa berasal dari limbah-limbah industri perkayuan ataupun penggergajian kayu tetapi membutuhkan proses produksi lebih kompleks berikut investasi peralatan yang dibutuhkan.

Tipikal Circulating Fluidized Bed (CFB) di Jepang

Cangkang sawit dan wood pellet sebagian besar digunakan untuk bahan bakar pembangkit listrik di luar negeri seperti Jepang dan Korea. Wood pellet hampir bisa digunakan pada semua pembangkit listrik batubara secara cofiring sedangkan cangkang sawit lebih terbatas. Hal tersebut terutama karena untuk menghancurkan cangkang sawit dan dicampur dengan bubuk batubara pada pulverized combustion lebih sulit. Cangkang sawit bisa digunakan 100% pada pembangkit listrik yang berteknologi fluidized bed ataupun stoker. Dan saat ini cukup banyak pembangkit listrik di Jepang yang menggunakan teknologi fluidized bed tersebut. 

Dan karena berada di pasar yang sama, para eksporter cangkang sawit juga sangat mungkin mengetahui kebutuhan wood pellet. Pembeli-pembeli cangkang sawit di luar negeri tersebut biasanya juga pembeli wood pellet juga. Praktek mengumpulkan cangkang sawit dari pabrik-pabrik sawit juga sama seperti mengumpulkan limbah-limbah kayu dari industri pengolahan kayu maupun penggergajian kayu, sehingga seharusnya bukan hal yang sulit bagi eksporter cangkang sawit tersebut. Tetapi pembuatan kebun energi sebagai bahan baku produksi wood pellet adalah solusi idealnya. Pengumpulan limbah-limbah kayu atau bekerjasama dengan industri kayu yang produksi limbah tersebut sebagai solusi antara dan kebun energi sebagai solusi ideal. Dengan demikian bagi eksportir cangkang sawit dengan ekspansi ke usaha produksi wood pellet memang sangat beralasan.    

Kamis, 04 Juli 2019

Vibrating Screen untuk Membersihkan PKS Berorientasi Export

Salah satu parameter kualitas untuk PKS atau cangkang sawit untuk pasar export adalah faktor kebersihannya. Faktor kebersihan ini sangat terkait dengan banyak sedikitnya benda-benda pengotor di dalamnya. PKS di pabrik sawit biasanya hanya ditumpuk di hamparan tanah bagian belakang pabrik sawit. Hal tersebut sangat memungkinkan tercampur dengan sejumlah pengotor yang berada di sekitar lokasi tersebut atau karena sejumlah limbah atau sampah yang mungkin juga dibuang di lokasi tumpukan PKS tersebut. Pengotor PKS yang biasa ditemui adalah logam, plastik dan batu. Untuk tujuan export tersebut jumlah pengotor yang diperbolehkan atau tingkat toleransi sangat kecil yakni berkisar 1% saja. Mengapa PKS tersebut perlu dibersihkan sedemikian rupa? Hal tersebut karena pengotor-pengotor tersebut akan menggangu proses pembakaran atau pemanfaatan PKS tersebut dan pembangkit listrik adalah pengguna terbesarnya. Dan untuk lebih detail bisa dibaca disini.
Ayakan Manual
Ayakan (screener) adalah peralatan yang digunakan untuk membersihkan PKS dari pengotor tersebut. Kotoran-kotoran tersebut akan terpisah dari PKS karena perbedaan ukurannya. Dan khusus untuk pengotor logam maka pemisahannya dilakukan dengan magnet (magnetic separator). Proses pembersihan dengan ayakan ini pada dasarnya sangat mudah, bahkan dengan ayakan manual saja bisa dilakukan. Tetapi untuk volume yang cukup besar misalnya hingga ribuan ton maka ayakan manual tidak efisien dan membutuhkan waktu lama sehingga dibutuhkan ayakan yang bekerja secara mekanik. Ada dua ayakan mekanik yang biasa digunakan yakni ayakan getar (vibrating screen) dan ayakan putar (rotary screen). 
Pada prakteknya jenis vibrating screen lebih populer dibandingkan rotary screen. Hal tersebut karena konstruksi dan operasional vibrating screen lebih mudah, selain itu harga vibrating screen juga lebih murah dibanding rotary screen. Vibrating screen adalah ayakan yang beroperasi akibat adanya getaran dari gerakan eksentrik. Semakin tinggi rpm maka gerakan vibrating screen akan semakin halus. Baik vibrating screen juga bisa dilengkapi beberapa ayakan atau ayakan bertingkat sehingga bisa didapat sejumlah fraksi produk berdasarkan ukurannya. Hanya saja  hal tersebut juga lebih mudah dilakukan dengan vibrating screen. Pada pengayakan PKS biasanya hanya satu hingga tiga tingkat pengayakan saja.

Kebutuhan PKS untuk pasar Asia dan Eropa diprediksi terus meningkat setiap tahunnya hingga mencapai jutaan ton. Hal tersebut karena produksi listrik dengan menggunakan PKS semakin meningkat. Supplai atau pasokan PKS terutama berasal dari Indonesia dan Malaysia, serta beberapa negara di Afrika Barat, tempat asal pohon sawit. Indonesia dan Malaysia terutama menyuplai kebutuhan Jepang dan Korea di Asia sedangkan Afrika Barat menyuplai negara-negara di Eropa. PKS sebagai bahan bakar biomasa juga memiliki kompetitor terutama adalah wood pellet. Harga PKS di pasar dunia jauh lebih murah dibandingkan wood pellet sehingga banyak pembangkit listrik biomasa lebih memilih PKS. Produksi PKS untuk export juga lebih mudah dibandingkan wood pellet. Export PKS dari Indonesia dan Malaysia cukup besar jumlahnya hal ini karena jumlah PKS yang dihasilkan juga besar sedangkan kebutuhan juga besar. Selain itu juga penggunaan PKS di dalam negeri yang masih kecil membuat export PKS lebih dominan.

Untuk pemesanan mesin vibrating screen tersebut bisa email di cakbentra@gmail.com atau telpon di 081328841805

Pabrik Sawit: Ganti Boiler Saja? Apa Sekaligus Mencari Solusi untuk Bebas Problem Tandan Kosong Sawit dan Keuntungan Tambahan ?

Seiring dengan bertambah luasnya perkebunan sawit di Indonesia yang saat ini sekitar 17 juta hektar, maka demikian juga pabrik sawit yang di...