Tampilkan postingan dengan label kayu kaliandra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kayu kaliandra. Tampilkan semua postingan
Rabu, 11 Mei 2016
Rabu, 20 Januari 2016
Ketika Kebun Energi Kaliandra Untuk Produksi Wood Pellet Belum Dilirik
Saat ini sebagian besar pembangkit listrik di dunia menggunakan batubara sebagai bahan bakarnya. Batubara adalah bahan bakar padat yang ditambang / berasal dari perut bumi sehingga ketika dibakar akan menghasilkan emisi karbon positif. Saat ini didasari oleh kesadaran lingkungan yang meningkat maka bahan bakar biomasa khususnya wood pellet digunakan sebagai bahan bakar tambahan (cofiring) bahkan tidak sedikit yang telah seluruhnya menggunakan biomasa atau wood pellet. Segmen pasar pembangkit listrik adalah pasar besar yang menghendaki kapasitas besar dan kontinuitas pasokan, untuk itulah pasokan bahan baku wood pellet harus sangat diperhatikan. Prasyarat itu juga biasanya juga akan sulit apabila hanya dipenuhi dari bahan baku yang mengandalkan limbah-limbah penggergajian atau pengolahan kayu. Kebun energi adalah solusi untuk mengatasi masalah tersebut.
Kebun energi bukan hal baru sebagai upaya memproduksi biomasa kayu untuk energi. Kondisi Indonesia yang beriklim tropis dan tanah yang luas dan subur adalah hal yang patut kita bersyukur kepada Allah SWT. Ketika negara-negara sub-tropis mengeluarkan jutaan dollar dan berupaya keras untuk bisa mendapatkan hasil optimal dari kebun energi karena kondisi iklim dan tanah mereka, maka di Indonesia sebenarnya hal itu tidak perlu dilakukan. Banyak daerah di daerah sub-tropis yang tidak bisa ditanami sekaligus minimnya kuantitas dan kualitas cahaya matahari membuat tanaman terkendala untuk proses photosintesa. Sedangkan di Indonesia yang rata-rata 11 jam setiap hari mendapat sinar matahari sepanajang tahun maka proses photosintesis tidak bermasalah dan optimal. Konsekuensi hal tersebut adalah butuh waktu sekitar 4 tahun untuk menghasilkan produktivitas kayu menyamai kondisi di Indonesia. Mensyukuri nikmat Allah SWT salah satunya dengan menyadari kondisi tersebut dan mampu memanfaatkan kondisi tersebut untuk kemanfaatan yang besar.
![]() |
| Kebun Kaliandra di Sebuah Lereng Bukit di Jawa Tengah |
Ada banyak manfaat dengan membuat kebun energi kaliandra, terutama manfaat lingkungan bisa menghidupkan tanah mati dan tidak terjadinya penggurunan (desertifikasi) hingga orientasi ekonomi yakni produktivitas biomasa kayu untuk produksi wood pellet. Tingginya kebutuhan wood pellet dunia seharusnya juga menjadi daya dorong untuk pembuatan kebun energi tersebut.
Selasa, 10 Maret 2015
10 Keuntungan Dengan Membuat Kebun Energi Untuk Produksi Wood Pellet
Keterjaminan pasokan bahan baku adalah salah satu faktor
kunci dari keberhasilan usaha wood pellet. Ada 2 cara untuk mendapatkan bahan
baku yang umum dilakukan saat ini :
a. Membeli dari pemilik atau sumber bahan baku.
b. Mengusahakan sendiri ketersediaan bahan sendiri.
Sedangkan cara ke-3 dan ini masih belum banyak dilakukan
pengusaha wood pellet adalah dengan cara campuran atau mix, yakni sebagian
mengusahakan sendiri ketersediaan bahan bakunya dan sebagian sisanya membeli
dari pemilik atau sumber bahan baku.
Sedangkan ditinjau dari jenis biomasa bahan bakunya ada 2
macam, yakni
a. Biomasa kayu
b. Biomasa yang non-kayu seperti limbah-limbah pertanian
(tandan kosong sawit, tongkol jagung, sekam padi dan sebagianya). Saat ini
biomasa kayu masih menjadi prioritas untuk dipelletkan menjadi produk wood
pellet karena sejumlah keunggulan dibanding biomasa non-kayu yang umumnya
merupakan limbah-limbah pertanian, yang dimasukkan dalam kategori biomass
pellet atau agri-waste pellet.
Perbandingan antara wood pellet dan biomass pellet / agri-waste pellet
bisa dibaca disini.
Sedangkan biomasa kayu apabila ditinjau lebih khusus untuk
produksi wood pellet maka sumber bahan baku dibedakan menjadi 2 macam :
a. Limbah-limbah
industri pengolahan kayu.
b. Kayu dari produk kebun energi.
Sedangkan ditinjau dari kekeringan bahan baku, maka ada
bahan baku kering dan baha baku basah. Tingkat kekeringan bahan baku juga harus
diatur sehingga bisa menghasilkan wood pellet berkualitas.
Kebun energi sebagai sumber bahan baku yang diusahakan
sendiri memiliki banyak keunggulan, antara lain :
1. Kebun energi bisa dibuat sendiri sehingga kontrol bahan
baku internal usaha wood pellet lebih mudah, seperti fluktuasi pasokan,
perubahan harga pasar, tidak tergantung sumber-sumber kayu limbah dan
sebagainya.
2. Produk samping dari kebun energi berupa hijauan bisa
dimanfaatkan untuk peternakan seperti sapi atau kambing, dan peternakan lebam
madu yang memanfaatkan bunga dari tanaman kebun energi.
3. Lokasi pabrik wood pellet bisa sangat dekat atau bahkan
berada ditengah-tengah kebun energi (raw material oriented), sehingga
biaya/harga bahan baku murah.
4. Kebun energi juga menyerap CO2 dari atmosfer (Carbon negative), aplikasi wood pellet merupakan Carbon neutral sehingga bisa masuk
dalam perdagangan karbon, kegiatan mitigasi perubahan iklim melalui aforestasi (penanaman/penambahan stok karbon), dan pembangunan unit SFM (Sustainable Forest Management).
![]() |
| Photo-Photo Pembibitan Tanaman Kaliandra Untuk Pembuatan Kebun Energi Seluas 1200 ha |
5. Pola penyediaan bahan baku mix (campur) dengan sebagian
kebun energi milik perusahaan (inti) dan sebagian yang lain milik masyarakat
(plasma) bisa dilakukan. Pola ini akan mengikutsertakan peran masyarakat dan
mengembangkannya.
6. Penghasilan tambahan dengan memanfaatkan sela tanaman
kebun energi dengan tanaman lain (model agroforestry) sehingga budidaya
bersifat polikultur yang lebih tahan penyakit.
7. Lahan tidur atau bahkan lahan marginal yang jumlahnya
jutaan hektar bisa dimanfaatkan secara efektif.
8. Menyuburkan dan memperbaiki kondisi tanah termasuk
pencegahan erosi. Akar tanaman kaliandra yang berbentuk bintil-bintil mampu mengikat
nitrogen sehingga menyuburkan tanah.
9. Tanaman cepat panen dan tumbuh (trubus) lagi, tanpa perlu
penanaman ulang. Tanaman kebun energi seperti kaliandra hanya ditanam sekali
lalu trubus atau tumbuh lagi setelah ditebang (panen) hingga puluhan tahun,
hasil lebih banyak dan perawatan sangat mudah.
10. Pengembangan atau perbesaran kapasitas pabrik wood pellet sangat dimungkinkan selama lahan masih tersedia. Dan saat ini masih ada
jutaan hektar yang potensial untuk pembuatan kebun energi tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)
Biochar, Kesehatan Tanah dan Keberlanjutan Produktivitas Sawit
Tanah sehat pasti subur, tetapi tanah subur belum tentu sehat. Tanah yang sehat memiliki kehidupan mikroorganisme seperti cacing dan organis...
-
Sejak pakan ternak menjadi komoditas perdagangan atau produk komersial dimulai pada awal 1800an ketika alat transportasi dan penggerak alat-...
-
Aspek pasar adalah faktor penting bagi suatu produksi, tidak terkecuali wood pellet . Pengenalan terhadap karakteristik pasar yang baik, j...
-
EFB (empty fruit bunch) atau tandan kosong kelapa sawit banyak dihasilkan oleh pabrik-pabrik sawit dan bahkan cenderung menjadi limbah yan...












